No Suitable Package?
CUSTOM TOUR
English Indonesia
travelwith@pusaka-indonesia.com
+62274383117

Blogs

 

Sendratari Ramayana Ballet Prambanan

08 Jan 2020

Sendratari Ramayana yang kita kenal sebagai Ramayana Balet, merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog yang mengangkat cerita Ramayana. Sendratari Ramayana menceritakan kisah tentang usaha Rama untuk menyelamatkan Sinta yang diculik oleh Rahwana.

 

Sendratari Ramayana di Indonesia pertama kali dipentaskan pada 26 Juli 1961 di panggung terbuka Candi Prambanan. Pertunjukan pertama kali ini digagas oleh Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo yang pada bulan April 1961 membentuk tim proyek untuk membangun panggung terbuka di depan Candi Prambanan. Panggung terbuka yang dirancang Harsoyo dari Universitas Gadjah Mada berukuran panjang 50 meter, lebar 12 meter ini memiliki tempat duduk sampai 3.000 buah. Proyek Sendratari Ramayana koreografinya ditangani oleh Soerjohamidjojo dan Soeharso, melibatkan 865.000 orang terdiri dari penari, penabuh gamelan, dan perancang busana.

 

Sendratari Ramayana yang kita kenal sebagai Ramayana Balet, merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog yang mengangkat cerita Ramayana. Sendratari Ramayana menceritakan kisah tentang usaha Rama untuk menyelamatkan Sinta yang diculik oleh Rahwana.

 

Sendratari Ramayana di Indonesia pertama kali dipentaskan pada 26 Juli 1961 di panggung terbuka Candi Prambanan. Pertunjukan pertama kali ini digagas oleh Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo yang pada bulan April 1961 membentuk tim proyek untuk membangun panggung terbuka di depan Candi Prambanan. Panggung terbuka yang dirancang Harsoyo dari Universitas Gadjah Mada berukuran panjang 50 meter, lebar 12 meter ini memiliki tempat duduk sampai 3.000 buah. Proyek Sendratari Ramayana koreografinya ditangani oleh Soerjohamidjojo dan Soeharso, melibatkan 865.000 orang terdiri dari penari, penabuh gamelan, dan perancang busana.

 

Pementasan

Semula ramayana balet (wiracita) dipentaskan terbagi menjadi enam episode, yaitu

Episode 1: Hilangnya Dewi Sita;

Episode 2: Hanuman Duta;

Episode 3: Hanuman Obong;

Episode 4: Pembuatan Jembatan Menuju Ngalengka;

Episode 5: Gugurnya Kumbakarna; dan

Episode 6: Ujian Kesetiaan Sita atau Sita Obong.

 

Pembagian enam episode ini berlaku sejak 1961. Namun beberapa pendapat menganggap episode 2 dan 4 dirasa kurang menimbulkan klimaks, sehingga tidak menarik perhatian penonton. Sejak 1967 enam episode tersebut dipadatkan menjadi empat episode. Episode 1 dsampai 5 diringkas menjadi 3 episode, sedangkan episode 6 tetap utuh dan menjadi episode 4. 

Pembagian enam episode ini berlaku sejak 1961. Namun beberapa pendapat menganggap episode 2 dan 4 dirasa kurang menimbulkan klimaks, sehingga tidak menarik perhatian penonton. Sejak 1967 enam episode tersebut dipadatkan menjadi empat episode. Episode 1 dsampai 5 diringkas menjadi 3 episode, sedangkan episode 6 tetap utuh dan menjadi episode 4.

 

Episode 1: Hilangnya Sita

Episode 2: Hanuman Duta

Episode 3: Gugurnya 

Episode 4: Api Suci Sita

 

Keempat episode ini di tampilkan secara berturut-turut selama 4 hari di panggung terbuka dan hanya ketika bulan purnama. Pada malam hari candi Prambanan akan disorot dengan lampu berteganggan tinggi untuk menghasilkan efek latar yang megah. Pertunjukan panggung terbuka hanya bisa diselenggarakan pada musim kemarau berkisar bulan Mei–Oktober, pentas dimulai dari pukul 19.30 sampai 21.30 bergantung kondisi cuaca. Format cerita untuk hari biasa ketika bukan saat bulan purnama dan pertunjukan di Gedung Trimurti (panggung tertutup) akan menampilkan cerita penuh dari sejak Rama mengikuti sayembara sampai dengan pertemuan kembali Rama dengan Sinta. Gedung pertunjukan tertutup bernama Trimurti dan dapat menampung 300 sampai 400 penonton.

 

Penampilan Sendratari Ramayana tidak setiap hari diadakan. Jadwalnya ditentukan hanya:

 

SETIAP HARI SELASA, KAMIS,SABTU JAM 19.30-21.30

BULAN MEI-OKT PERTUNJUKAN DI PANGGUNG TERBUKA

BULAN NOP-APR PERTUNJUKAN DI PANGGUNG TERTUTUP (GEDUNG TRIMURTI)

 

JADWAL PANGGUNG TERBUKA ( OPEN AIR THEATRE ) JAM 19.30-21.30

PANGGUNG TERBUKA ( OPEN AIR THEATER ) JAM 19.30-21.30

BULAN

TANGGAL
May-20 2 5 7 8 9 10 11 12 14 16 19 21 23 25 26 27 28 29 30 31
Jun-20 2 4 5 6 7 8 9 11 13 16 18 20 23 25 27 30        
Jul-20 2 3 4 5 6 7 9 11 14 16 18 21 23 25 28 30        
Aug-20 1 4 6 7 8 9 10 11 13 15 18 20 22 25 27 29        
Sep-20 1 3 4 5 6 7 8 10 12 15 17 19 22 24 26 29        
Oct-20 1 2 3 4 5 6 8 10 13 15 17 20 22 24 27 29 31      

 

JADWAL PANGGUNG TERTUTUP DI GEDUNG TRIMURTI THEATRE ( INDOOR ) JAM 19.30-21.30 

PANGGUNG TERTUTUP ( TRIMURTI THEATER ) JAM 19.30-21.30

BULAN

TANGGAL
Jan-20 2 4 7 9 11 14 16 18 21 23 25 28 30              
Feb-20 1 4 6 8 11 13 15 18 20 22 25 27 29              
Mar-20 3 5 7 10 12 14 17 19 21 24 26 28 31              
Apr-20 2 4 7 9 11 14 16 18 21 23 25 28 30              
Nov-20 3 5 7 10 12 14 17 19 21 24 26 28                
Dec-20 1 3 5 8 10 12 15 17 19 22 24 25 26 27 28 29 30 31    

 

NOTE : 

EPISODIC   Hilangnya Dewi Shinta, Hanoman Duta, Kematian Raden Kumbakarna, Api Suci Dewi Shinta 
FULL STORY    SPECIAL LEBARAN
  SPECIAL CHRISTMAS & NEW YEAR 
DOWNHILL KLANGON YOGYAKARTA
Read More
Sendratari Ramayana Ballet Prambanan
Read More

WHAT CUSTOMER SAYS

What a wonderful day! Our guide are extremely knowledgable and shared so much history and culture with us. The highlight of the trip was the "Rainbow Village" climbing to the top, learning about village culture and watching the children play. Fabulous visit - loved, loved the colorful visit to village! our guide + driver was incredible
Andy and Jim
Sungguh merupakan pengalaman yang tidak terlupakan selama 3 hari 2 malam di Yogya bersama Pusakatour. Pilihan paket wisata sangat menarik, tour guide dan driver luar biasa.
Mola-mola Lembongan
Loved Sunrise at Borobudur Temples. Batik Factory was great.
Lauren
Excellente semaine, avec beaucoup de variete dans le programme: culturel, nature. Notre guide nouns a transmis beaucoup d informations dur java, l'histoire religieuse (lors des visites de temples hotamment), les countumes locales et les specificités de lo societé javanaise et indonesienne. A recommander sans hésitation
Mr X

CLIENTS